pendidikan agama islam

PERKEMBANGAN ISLAM PADA ABAD PERTENGAHAN           Gejala kemunduran kerajaan islam,baik dalam bidang politik,kebudayaan maupun kebudayaan spiritual mencapai puncaknya pada abad ke-13 M. Jatuhnya kota bagdad pada tahu 1258 M ketangan bangsa Mongol tidak saja mengakhiri khilafah Abbasiyah, tetapi juga merupakan wala dari masa kemunduran politik  dan peradaban islam karena Bagdad merupakan pusat kebudayaan danperadaban islam yang kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan. Kota itu hancur luluh lantak dibumihanguskan oleh pasukan Mongol yang berjumlah lebih kurang 60.000 tentara berkuda lengkap dengan senjata panahnya dipimpin oleh Jengis Khan.
          Pasukan  Mongol pada masa itu mendatangkan kehancuran dan kebinasaan. Mereka menghabisi pusat-pusat kebudayaan islam disana,seperti istana-istana,perpustakaan,juga ribuan nyawa penduduknya. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 1216 M. Nasib kota itu juga sama dengan kota Bukhara yang terkenala dengan ilmu pengetahuannya dan banyak alim ulama. Namun,yang paling memprihatinkan adalah bahwa banyak mesjid-mesjid dikota Bukhara itu digunakan oleh tentatara Mongol sebagai kandang kuda.
          Banyak penduduk Samarkand dan Bukhara yang dibunuh atou ditawan. Kota Khawarizm musah sama sekali menyusul kondisi yang sama dengan kota Bagdad. Hal itu terjadi pada bulan januari tahu 1258 dimana cucu Jengis Khan yang bernama Hulagu Kahn beserta tentaranya menyerbu dingding ibu kota Bagdad hingga akhirnya pada tanggal 10 febuari 1258,tentara Mongol berhasil masuk kota . Mereka menangkap dan membunuh khalifah serta semua pejabatnya. Bagdad secara otomatis jatuh ketangan bangsa Mongol dan untuk pertama kalinya dalam sejarah dinasti islam,peradaban isalam tidak lagi memiliki khalifah.
          Meski demikian, setelah Bagdad pasukan Mongol belum berhenti menaklukan dan menghancurkan. Dari Bagdad, mereka bergerak menuju Syiria dan mesir. Hanya dimesir saja, Hulagu mendapat perlawanan berat dan terpaksa menghentikan langkahnya ketika berhadapan dengan bangsa mamluk yang dipimpin oleh Baybarus di Aint Jalut pada tahun 1260 M.
A.         Perkembangan Agama,Politik dan Ekonomi
          Kebengisan tentara Mongol terus meruntuhkan kekuatan dinasti Islam diwilayah lainnya. Demikian yang dilakukan oleh timur Lenk.salah satu keturuna Jengis Khan yang menaklukan wilayah Samarkhand pada tahun 1369 M. Dari sana ,Timur Lenk berhasil menguasai daerah Delhi dan laut Marmara. Dalam penaklukannya, Timur Lenk melakukan cara yang pernah dilakukan oleh pendahulunya dengan membunuh penduduk yang tak mau menyerah dan melakukan perlawan. Timur Lenk membantai 80.000 penduduk  di Delhi dan 20.000 penduduk di Aleppo serta meratakan mesjid dimadrasah dengan  tanah.
         
1.            Perkembangan Agama
          Disentegrasi dibidang politik berakibat luas terhadap kehidupan agama dan kebudayaan. Dalam hal bahasa Arab yang semula begitu dominan dalam peradaban islam, mulai berbagi peran dengan bahasa lokal, terutama dengan bahasa Persia.
          Dalam kehidupan beragama, tasawuf yang sudah muncul pada jaman kejayaan islam mulai mengambil bentuk terikat yang telah oula melahirkan bentuk –bentuk praktik mistik yang aneh-aneh menyimpang dari AL-quran dan hadist.
          Akan tetapi,  saat timur lenk menguasai kerajaan usmani yang diawali dengan pertempuran Dahsyat ditahun 1402 M, Timur Lenk tetap memperhatikan perkembangan islam yang ditandai dengan adanya tumbuh suburnya penganut Syiah dan Tarikat tasawuf Naqsabandiyah. Dalam penjajahan untuk menaklukan Syiria bagian utara, ia selalu membawa serta ulama-ulama, sastrawan, dan seniman serta menghormatinya. Bahkan, Ibnu khaldun seorang sejarawan dan ilmuan yang diutus Sultan Faray misi perdamain, diterima oleh Timur Lenk dan ia pun menghormatinya.
          Metode berpikir tradisional sudah tertanam sangat kuat sejak berkembangnya aliran teknologi Asy’ariah. Ilmu filsafat mendapat kecamandan pemikiran Al Ghazali mewarnai pemikiran mayoritas umat islam. Hal ini juga merupakan akibat dari hancurnya kota Bagdad beserta fasilitas ilmiahnya sebagai pusat peradaban islam yang telah hancur.
2.           Perkembangan Politik
          Selain faktor serangan tentara Mongol yang telah mengahancurkan dunia islam,secara internal kekutan dan perkembangan politik islam tidak stabil. Hal tersebut, antara lain terlihat dalam hal-hal sebagai berikut.
a.     Pergantian khalifah dalam satu kekuasaan politik berlangsung sangat cepat  sehingga berdampak buruk, yaitu menjadi faktor kelemahan tersendiri dalam upaya melakukan integrasi politik islam.
b.      Dimesir, kekuasaan  Bani Fatmiyah sejak tahun 909 M digantikan oleh Dinasti Bani Ayubi pada tahun 1174 M. Pergantian ini sekaligus mengubah corak keagamaan yang semula adalah Syiah menjadi Sunni.
c.       Dinasti Ayyubi tidak bertahan lama dimana pada tahun 1250 M, kekuasaanya jatuh ketangan Dinasti Mamluk, sebuah dinasti dari kaum budak yang mendapat kedudukan tinggi dimesir. Sultan mamluk yang pertama adalah Aybak (1250-1257M), Namun, sultan yang paling dikenal adalah Baybarus(1260-1277 M). yang dapat  mengalahkan Hulagu Khan di Aint jalut. Dinasti Mamluk berhsil membebaskan Mesir dan Syiria dari perang salib dan dinasti ini bertahan hingga tahun 1517 M.
d.      Kondisi yang sama terjadi pula di india. Dinasti Ghazwaini yang semula menguasai india diganti oleh Dinasti Churi Pada tahun 1175 M. Mereka berasal dari keturuna Turki dan hanya bertahan sampai tahun 1206 M saat Qutbudin Aypada aybak dari Mamluk ke india dan mengusainya pada tahun 1290 M.
e.       Berturut-turut kemudian kekuasaan politik islam di india selalu berpindah-pindah tanagn dari Dinasti khalji (1296-1316 M) dan dinasti-dinasti lainnya sampai babur (keturunan Mongol) datang dan menaklukan India untuk mendirikan kerajaan islam Mughal pada permulaan abad ke-16 M.
f. Di Spanyol setelah kekuasaan bangsa arab mengalami kelemahan akibat poltik adu domba, kerajaan Kristen berhasl membuat umat islam terusir dari Tanah Eropa tersebut. Cardova jatuh ditahun 1238 M,Seville ditahun 1248,dan akhirnya Granada pun jatuh ditahun 1491 M.Orang-orang Islam dihadapkan pada dua pilihan,masuk Kristen atou keluar dari Spanyol. Hal itu menyebabkan hamper tidak lagi dapat ditemukan lagoi orang islam di Spanyol sejak tahun 1609 M. Bagi L.Stoddard dalam bukunya dunia baru islam, pembinasaan kebudayaan Arab di Spanyol oleh orang-orang fanatik Kristen ini hampir sama  dengan yang dilakukan oleh tentara Mongol  terhadap Islam di Asia.
g.      Perbedaan antara Sunni dan Syiah makin menajam, terikat bertambah popular,dan dalam lapangan fiqih terjadi kebekuan berpikir dengan ditutupnya pintu ijtihad. Hal itu ditambah lagi dengan berkurangnya perhatian terhadap ilmu  pengetahuan sehingga memperparah kondisi umat islam diabad pertengahan.
          Gejala politik dunia islam memperlihatkan bahwa masa kemunduran ini, disentegrasi dan  didesentralisasi umat secara politis semakin meningkat,bahkan keadaan itu diperburarui lagi oleh pembasmian dan pengahancuran islam dibeberapa tempat. Sejak masa ini,umat islam tidak lagi memiliki khalifah yang diakui umat islam sebagai lambing persatuan sehingga munculnya tiga kerajaan besar  ditahu 1500-1700 M, yaitu sebagai berikut.
      Masa kemajuan yang diwakili oleh tiga kerajaan besar islam,yaitu sebagai berikut:
1.    Kerajaan Turki Usmani di Mesir,dengan para kalaifahnya:
·        Sultan Murad I (1326-1389 M);
·        Sultan Murad II (1421-1451 M):
·        Sultan Mahmud Al faith (1451-1481 M);
·        Sultan Sali (1512-1520 M);
·        Sulaiman Al Qanuni (1520-1566).
2.    Kerajaan Safawi di Persia
·        Syeikh Syafiuddin (1551-1254);
·        Syah Tahmasp ( 1524-1576);
·        Syah Abbas (1557-1629). 
3.    Kerajaan Mughal di India,denga para khlafahya:
·        Zahiruddin Babur (1482-1530);
·        Humayun (1530-1556);
·        Akbar (1556-1606);
·        Shan Jehan (1628-1658);
·        Aurangzeb (1659-1707).
          Masa kemunduran islam II (1700-1800 M) diakibatkan dari kekuasaan islam pada masa tiga kerajaan besar yang dipegang oleh bangsa Turki dan Mongol.Mereka lebih dikenal sebagai bangsa yang suka berperang daripada menyukai ilmu pengetahuan.
3.    Perkembanagan Ekonomi
          Setelah lebih dari satu abad, umat Islam menderita akibat kebengisan Raja Mongol, umat islam umulai berusaha bangkit memperbaiki ekonominya. Dibawah kekuasaan Timur Lenk dan dimasa hidupnya kota Samarkhan menjadi pasar internasioanal mengambil alih kedudukan Bagdad dan Tabriz. Timur Lenk meningkatkan perdagangan dan industri dinegaranya denga membuka rute-rute perdaganagan yang baru antara india dan Persia Timur. Ia berusaha mengatur administrasi pemerintahan dan angkatan bersenjata dengan cara-cara rasional dan berjuan kembali untuk menyebarkan islam.
          Dimesir yang selamat dari kehancuran, Dinasti Mamalik membuka hubungan dagang dengan Prancis dan Italia melalui perluasan jalur perdagangan yang sudah dirintis oleh Dinasti Fatimiyah diMesir sebelumya. jatuhnya Bagdad membuat Kairo sebagai jalur perdagangan antara Asia dan Eropa menjadi lebih peting karena kairo menghubungkan jalur perdagangan laut merahdan laut tengan dengan Eropa. Hasilpertanian meningkat,keberhasilan dalam bidang Ekonomi, ini didukung oleh pembangunan jaringan tranportasi dan komunikasi antarkota,bail laut maupun darat.Ketangguhan angkatan laut Mamalik juga sangat membantu  perkembangan perekonomiannya

Comments