Contoh teks pidato
Mencari
Pemimpin yang Amanah di Masa Kini
Assalamu ‘alaikum wr.wb.
Alhamdulilah hirabil alamin
wasalatu wasalamu alla asrafil anbiya iwal mursalin waala alii wasahbihi azmain
ama badu
Wallahu'alam.Bismillâhirrahmânirrahîm
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘Alamin. Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mengumpulkan kita di tempat yang baik ini dengan izin Allah laksana satu hati dalam tubuh satu orang, sehingga kita menjadi saudara-saudara yang saling mencintai. Al-hamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan taufik, serta menganugerahkan kemudahan kepada kita untuk menuntut ilmu syar’i, yang telah menjadikan kita termasuk orang-orang yang berilmu, dan orang-orang yang berjalan mengikuti jalan ilmu.
Sebelum segala sesuatu dimulai, saya mengingatkan kepada diri saya sendiri dan kepada hadirin semua untuk bertakwa kepada Allah SWT. Sebab, takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan himpunan segala kebaikan. Takwa merupakan pangkal kebenaran hakiki bagi setiap Muslim. Takwa merupakan bekal yang sejati bagi setiap Muslim. Seperti yang tersiratkan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah/2:197 yang artinya:
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘Alamin. Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mengumpulkan kita di tempat yang baik ini dengan izin Allah laksana satu hati dalam tubuh satu orang, sehingga kita menjadi saudara-saudara yang saling mencintai. Al-hamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan taufik, serta menganugerahkan kemudahan kepada kita untuk menuntut ilmu syar’i, yang telah menjadikan kita termasuk orang-orang yang berilmu, dan orang-orang yang berjalan mengikuti jalan ilmu.
Sebelum segala sesuatu dimulai, saya mengingatkan kepada diri saya sendiri dan kepada hadirin semua untuk bertakwa kepada Allah SWT. Sebab, takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan himpunan segala kebaikan. Takwa merupakan pangkal kebenaran hakiki bagi setiap Muslim. Takwa merupakan bekal yang sejati bagi setiap Muslim. Seperti yang tersiratkan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah/2:197 yang artinya:
“Berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal
adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku, hai orang-orang yang berakal”.
Dan Rasulullah Muhammad SAW pun pernah
bersabda :
مَنْ
يَتَّقِ اللهَ يَجْعَـلْ لَهُ
مِنْ كُلِّ ضِيْقٍ
مَخْرَجًا وَ مِنْ
كُلِّ هَمٍّ فَرَجاً وَيَرْزُقْهُ مِنْ
حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبْ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya
Allah membuatkan baginya jalan keluar dari segala kesulitan, kelapangan, dari
segala kesedihan, dan Allah akan menganugerahkan rezeki kepadanya dari arah
yang tidak ia duga”.
Namun saudara - saudara
sekalian, pokok pembahasan dalam ceramah kali ini bukanlah mengenai takwa,
melainkan “Mencari Pemimpin yang Amanah di Masa Kini”
Pada zaman dahulu kala, Khalifah
Umar bin Abdul Aziz merupakan seorang pemimpin yang terkenal dengan sifat
amanah dan adil. Banyak peristiwa yang memaparkan sifat amanah dan keadilannya.
Di antaranya ialah cerita ini:
Pada suatu hari, semasa Khalifah Umar bin Abdul Aziz sedang membagikan buah epal kepada kaum muslimin, anaknya yang masih kecil sedang bermain-main berhampiran dengannya, tiba-tiba mengambil sebiji buah epal dari bakul, kemudian dia menggigit buah epal yang rangup itu. Khalifah Umar bin Abdul Aziz melihat perbuatan anaknya itu. Dengan segera dia menghampiri anaknya dan mengeluarkan buah epal itu dari mulutnya anaknya. Sebab buah epal itu adalah hak kaum muslimin.
Ketegasan Khalifah Umar bin Abdul Aziz itu menyebabkan anaknya menangis. Dia berlari pulang mengadu kepada ibunya. Ibunya, Fatimah memahami tindakan suaminya yang ingin menjaga amanah kaum muslimin. Tetapi, sebagai seorang ibu, beliau juga memahami perasaan dan keinginan anaknya. Fatimah membujuk anaknya dengan membeli sebuah epal di pasar.
Ketika Khalifah Umar bin Abdul Aziz pulang ke rumah, beliau melihat lagi anaknya sedang memakan buah epal. Beliau lalu bertanya kepada Fatimah, “Wahai Fatimah, dari manakah adinda peroleh buah epal itu? Adakah ia milik kaum muslimin?”
“ Tidak kakanda. Buah epal itu adinda beli di pasar untuk mendiamkan anak kita yang menangis tadi.” Mendengar jawapan itu, legalah hati Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Beliau mendukung anaknya sambil berkata kepada isterinya, “Ketika kanda menarik buah epal itu dari mulut anak kita, kanda merasakan seolah-olah kanda menarik jantung kanda sendiri. Sungguh sakit kanda rasa, tetapi kanda tidak sanggup mendapat dosa karena sebiji buah epal yang bukan hak kita.”
Pada suatu hari, semasa Khalifah Umar bin Abdul Aziz sedang membagikan buah epal kepada kaum muslimin, anaknya yang masih kecil sedang bermain-main berhampiran dengannya, tiba-tiba mengambil sebiji buah epal dari bakul, kemudian dia menggigit buah epal yang rangup itu. Khalifah Umar bin Abdul Aziz melihat perbuatan anaknya itu. Dengan segera dia menghampiri anaknya dan mengeluarkan buah epal itu dari mulutnya anaknya. Sebab buah epal itu adalah hak kaum muslimin.
Ketegasan Khalifah Umar bin Abdul Aziz itu menyebabkan anaknya menangis. Dia berlari pulang mengadu kepada ibunya. Ibunya, Fatimah memahami tindakan suaminya yang ingin menjaga amanah kaum muslimin. Tetapi, sebagai seorang ibu, beliau juga memahami perasaan dan keinginan anaknya. Fatimah membujuk anaknya dengan membeli sebuah epal di pasar.
Ketika Khalifah Umar bin Abdul Aziz pulang ke rumah, beliau melihat lagi anaknya sedang memakan buah epal. Beliau lalu bertanya kepada Fatimah, “Wahai Fatimah, dari manakah adinda peroleh buah epal itu? Adakah ia milik kaum muslimin?”
“ Tidak kakanda. Buah epal itu adinda beli di pasar untuk mendiamkan anak kita yang menangis tadi.” Mendengar jawapan itu, legalah hati Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Beliau mendukung anaknya sambil berkata kepada isterinya, “Ketika kanda menarik buah epal itu dari mulut anak kita, kanda merasakan seolah-olah kanda menarik jantung kanda sendiri. Sungguh sakit kanda rasa, tetapi kanda tidak sanggup mendapat dosa karena sebiji buah epal yang bukan hak kita.”
Begitulah
kisah singkat Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Sungguh kuat sifat amanah beliau.
Semoga Allah mengurniakan kita dengan sifat yang mulia ini. Amin…
Bila kita bandingkan, dahulu para
sahabat Radhiyallahu ‘Anhu sangat takut untuk dipilih menjadi seorang pemimpin,
maka sekarang, ada banyak orang berlomba-lomba menjadi pemimpin. Semua mengaku
terbaik!
Dewasa ini banyak sekali orang
yang mengacungkan dirinya menjadi pemimpin, entah dalam cakupan wilayah yang
sempit atau lebih luas. Misalnya saja menjadi pemimpin dan wakil rakyat dalam
dunia DPR. Telah terungkapkan fakta bahwa kelayakan mereka tidak bisa dijamin
100 %. Baik dilihat dari sisi kualitas pendidikan, hasil kerjanya, ataupun
masalah yang ditimbulkannya.
Di Indonesia banyak sekali
anggota DPR yang notabene adalah para artis, pejabat, pemikir hebat, lulusan
sarjana dan bahkan pekerja biasa. Okelah, tidak masalah, kalau mereka benar-
benar setulus hati bekerja untuk rakyat, bukan juga sebuah perkara besar jika
mereka memiliki kompetensi yang handal dan kecakapan yang baik dalam bidang
tersebut. Namun, mari kita teengok keberadaan mereka, apa yang sebenarnya bisa
diungkap dari mereka. Ya,,, kerakusan dan ketamakan yang memakan diri mereka
semakin hari semakin menggemparkan berita nusantara ini. Memang benar tidak
semuanya seperti itu. Tetapi kebanyakan dari mereka telah meninggalkan amanat
kepemimpinan yang mereka emban, menjadi para koruptor hebat. Hal ini menjadi
pemandangan yang sangat memilukan untuk rakyat. Di mana keberadaan pemimpin
kita yang amanah?
Benar sabda Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika beliau menyampaikan hadits yang
diriwayatkan dari Abu Hurairah:
“Sesungguhnya kalian nanti akan sangat
berambisi terhadap kepemimpinan, padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi
penyesalan.” (HR. Al-Bukhari).
Memilih pemimpin bukanlah
perkara sepele, sebab kandidat yang terpilih itulah yang akan membawa label
pemimpin rakyat untuk membuat dan menjalankan kebijakan-kebijakan yang
menentukan nasib jutaan jiwa umat. Suka tidak suka, kandidat yang terpilih
itulah yang kemudian akan menorehkan tinta sejarah di negeri ini. Meskipun
torehan itu masih tanda tanya besar, apakah akan menjadi tinta emas yang
senantiasa dikenang atau tinta hitam yang senantiasa diratapi. Mampukah ia
menjadi pemimpin sejati, atau justru menjadi pemimpin yang menghianati amanat
rakyat.
Pemimpin merupakan lambang
kekuatan, keutuhan, kedisiplinan dan persatuan. Namun harus kita sadari juga
bahwa pemimpin bukanlah hanya sekadar lambang. Karena itu, ia memerlukan
kompetensi, kelayakan dan aktivitas yang prima untuk memimpin bawahannya.
Melihat esensi kepemimpinan, sebagai seorang Muslim, tentu tidak bisa sembarangan dalam memilih pemimpin. Jangan sampai perilaku “memilih kucing dalam karung” menghantui kita.
Melihat esensi kepemimpinan, sebagai seorang Muslim, tentu tidak bisa sembarangan dalam memilih pemimpin. Jangan sampai perilaku “memilih kucing dalam karung” menghantui kita.
Kenakalan
Remaja
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulilah hirabil alamin
wasalatu wasalamu alla asrafil anbiya iwal mursalin waala alii wasahbihi azmain
ama badu
Pertama-tama masrilah kita
panjatkan puji serta syukur kehadirat Allah subhana watala. salawat serta salam
kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW,kepada keluargaNya,
sahabat serta kepada kita selaku penganut sunahNya.
Teman-teman dan para guru semua
yang saya hormati.
Pada kesempatan kali ini saya
akan menyampaikan pidato yang bertemakan tentang kenakalan dikalangan remaja
dewasa ini.
Teman-teman yang saya cintai dan
ibu guru yang saya hormati.
Kenakalan remaja di era modern
ini sudah melebihi ambang batas yang kewajar. Banyak anak dibawah umur yang
sudah mengenal Rokok, Narkoba, Freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya. Fakta ini sudah
tidak dapat dipungkuri lagi, kita dapat melihat brutalnya remaja jaman sekarang
melalui media elektronik atau kita melihatnyalangsung di lingkungan sekitar
kita.
Teman-teman yang saya cintai dan
ibu guru yang saya hormati.
Hal tersebut bisa terjadi karena
adanya faktor-faktor menunjang akan perubahan prilaku dikalangan remaja,
sebagai contoh :
- Kurangnya kasih sayang orang
tua.
- Kurangnya pengawasan dari orang
tua.
- Pergaulan dengan teman yang
tidak sebaya.
- Peran dari perkembangan iptek
yang berdampak negatif.
- Tidak adanya bimbingan
kepribadian dari sekolah.
- Dasar-dasar agama yang kurang
- Tidak adanya media penyalur
bakat dan hobinya
- Kebebasan yang berlebihan
- Masalah yang dipendam
Teman-teman yang saya cintai dan
ibu guru yang saya hormati.
Ada bbeberapa cara yang mungkin
bisa jadikan usaha untuk mengatasi dan mencegah kenakalan dikalangan remaja,
Khususnya buat diri kita sendiri agar tidak ikut terjerumus kedalamnya,
diantaranya:
- Perlunya pendidikan agama sejak
dini yang rutin yang berguna untuk mempertebal keimanan diri kita sendiri.
- Mentaati nasehat - nasehat yang
telah kita terima khususnya dari orang tua kita atau dari orang lain (guru,
orang yang lebih berpengalaman atau teman-teman kita).
- Jangan terpancing untuk mencoba
hal-hal yang menurut agama dan dan hukum dianggap salah.
- Mempunyai konsep hidup yang
benar.
- Menyusun rencana masa depan
dengan untuk kehidupan dan masa depan yang baik.
Teman-teman yang saya cintai dan
ibu guru yang saya hormati. Tidak ada hal yang terindah dalam hidup ini selain
kita mengisi dan menjalani hidup ini dengan ha-hal yang baik.
Teman-teman yang saya cintai dan
ibu guru yang saya hormati. Akhir kata dari saya, terima kasih atas semua
perhatiannya.
Wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
sunah
setelah bangun tidur
Sunah-sunah Rasulullah Shallallahu
Alaihi Wa Sallam yang akan dibahas ini, kita awali melakukan sunah
setelah bangun tidur. Mungkin kedengarannya sepele, tapi yang namanya kita
menjalankan segala sesuatu dengan sunah-sunah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa
Sallam itu tidak akan rugi, bukan! Bahkan sangat menguntungkan buat kita selaku
umatnya.
Hampir semua orang pasti hafal dengan doa
sebelum tidur maupun sesudah tidur, betul! Tapi tidak banyak orang yang
mengerti akan sunah-sunah yang dilakukan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa
Sallam setelah bangun tidur.
Oleh karena itu, saya selaku admin blog
kumpulan tausiyah singkat, ingin saling mengingatkan kepada sobat semua,
mungkin saja dikalangan sobat muslim semua belum ada yang tahu melakukan hal
yang sunah setelah bangun tidur yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu
Alaihi Wa Sallam.
Yang pertama, membasuh wajah dengan
tangan.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam
bersabda , “Rasulullah kemudian bangun tidur, lalu duduk sambil mengusap
(bekas) tidur di wajah beliau dengan tangan beliau”. (HR. Muslim)
Yang kedua, membaca doa bangun tidur.
Alhamdulillaah illadtii ahyanaa ba’da
maa a maa tanaa wa i layhi nnusyuw ru.
Segala puji bagi Allah yang telah
menghidupkan aku setelah mematikan aku dan kepada-Nya-lah aku kembali. (HR.
Bukhari)
Yang ketiga, memakai siwak.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam
bersabda, “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam ketika bangun tidur
menggosok mulutnya dengan siwak”. (Muttafaq’alaih)
Yang keempat, menghisap air ke dalam
hidung.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam
bersabda, “Tatkala salah seorang di antara kalian bangun tidur, hendaklanya dia
menghisap air ke hidung sebanyak tiga kali, sesungguhnya setan menginap di
lubang hidungnya.” (Muttafaq ‘alaih)
Yang kelima, membasuh kedua belah
tangan tiga kali.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam
bersabda, “Ketika salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya hendaknya
dia tidak mencelupkan tangannya ke dalam tempat (air) sampai dia membasuh
tangannya itu sebanyak tiga kali.” (Muttafaq ‘alaih)
Inilah sunah-sunah setelah bangun tidur
yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, semoga dengan kita
menjalankan sunah-sunah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, kita bisa
mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir nanti. Amin!
Untuk itu, bagi sobat muslim yang ingin
mengetahui sunah-sunah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam yang lainnya,
Update terus yah di blog kumpulan tausiyah singkat ini.
Sabar
Segala
puji bagi allah atas segala yang telah di anugerahkan kepada kita, baik
material maupun nikmat yang immaterial. Shalawat serta salam tetap tercurahkan
kepada Nabi besar Muhammad Saw, sebagai penuntun ummat menuju jalan yang
selamat. Marilah kita tingkatkan kualitas dan kwantitas ketaqwaan kita kepada
Allah swt, dengan sungguh-sungguh karena taqwa inilah yang akan mengantarkan kita
kepada kenikmatan dunia dan akhirat alamin ya rabbal alamin
Hadirin yang di muliakan Allah
Kehidupan di dunia ini terasa sangat sigkat, jika dibandingkan dengan kehidupan sebelum atau sesudah hidup dimuka bumi ini. Tetapi dari kehidupan yang singkat ini, ada banyak sekali hal-hal yang kita temui, suka, duka, ceria dan nestapa terus selalu mengikuti dan akrab bersahabat dengan kehidupan kita.
Manusia selalu digelayuti oleh nasib yang berbeda dari hari ke hari tanpa kita ketahui secara pasti, apa sebenarnya kehendak Allah ta’ala. Karena itulah setiap manusia harus tunduk dibawah keputusan dan kehendak rabb-Nya. Allah tidak akan merubah sunnanya yang berlaku untuk hamba-hambanya. Namun tidak kemudian kita men-salah artikan dan berbuat semaunya berdalih bahwa ini kehendak Allah ta’ala, karena kita sendiri tidak tahu dengan kehendak Allah ta’ala. Dasar logis ini menjadi pertimbangan setiap manusia untuk memilih perbuatan baik agar mendapatkan nasib yang baik. Tetapi jika yang kita lakukan sudah maksimal maka dalam tahap inilah kita semua menyerahkan kepada Allah ta’ala.
Imam Ghazali berpendapat bahwa sabar adalah menguatkan dorongan agama untuk mengalahkan dorongan nafsu-nya. Jadi kesabaran pada dasarnya adalah konsep agresif untuk maju dengan cara melepaskan jeratan masalah dan kesediahan. Sesungguhnya Allah sudah memberikan semua dunia ini dengan segala sunnahnya. Jika kita berbuat yang salah maka secara sunnatullah kita akan mendapatkan kejelekan. Kausalitas seperti itu telah termaktub di dalam al Qur'an :
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
Ada baiknya kalau kita menyimak apa yang ditulis oleh Imam Al Islambuly, bahwa ada seorang ahlii hadits yang suka mengumpulkan kepompong-kepompong untuk disaksikan bagaimana perubahan kepompong tersebut keluar dan menjadi kupu-kupu yang indah, tetapi pada suatu hari, ada kepompong yang menurutnya lambat dalam proses keluarnya, akhirnya kepompong tersebut di bantu dalam proses pengeluarannya, yang terjadi ternyata justru kepompong tersebut mati, ayah ahli hadits tersebut akhirnya meberikan fatwa:”wahai anakku, pada saat kepompong keluar menjadi kupu-kupu, sebenarnya mengeluarkan racun-racun yang ada dalam dirinya, jika tidak ia keluarkan maka ia akan mati, begitu juga dengan kehidupan di dunia, dunia akan memberikan sesuatu tetapi di sisi lain dunia juga akan meminta sesuatu juga, mustahil dunia akan memberikan begitu saja.
Filosofi kisah tersebut memberikan pelajaran kepada kita, bahwa dengan melintasi batas kebenaran yang digariskan, demi untuk mendapatkan sesuatu maka akan menjadikan ketahanan agamanya menjadi luntur.
Hadirin yang dimulyakan Allah
Tidak dibenarkan dalam kehidupan ini bersifat ambisius, mengejar dunia yang berlebihan, dalam al-Qur'an kita diperintahkan untuk selalu meminta kepada Allah untuk berbuat sabar dalam menjalankan perintahnya dan sabar menjalankan shalat dengan penuh ketekunan. (QS al Baqarah:45)
Hadirin yang di muliakan Allah
Kehidupan di dunia ini terasa sangat sigkat, jika dibandingkan dengan kehidupan sebelum atau sesudah hidup dimuka bumi ini. Tetapi dari kehidupan yang singkat ini, ada banyak sekali hal-hal yang kita temui, suka, duka, ceria dan nestapa terus selalu mengikuti dan akrab bersahabat dengan kehidupan kita.
Manusia selalu digelayuti oleh nasib yang berbeda dari hari ke hari tanpa kita ketahui secara pasti, apa sebenarnya kehendak Allah ta’ala. Karena itulah setiap manusia harus tunduk dibawah keputusan dan kehendak rabb-Nya. Allah tidak akan merubah sunnanya yang berlaku untuk hamba-hambanya. Namun tidak kemudian kita men-salah artikan dan berbuat semaunya berdalih bahwa ini kehendak Allah ta’ala, karena kita sendiri tidak tahu dengan kehendak Allah ta’ala. Dasar logis ini menjadi pertimbangan setiap manusia untuk memilih perbuatan baik agar mendapatkan nasib yang baik. Tetapi jika yang kita lakukan sudah maksimal maka dalam tahap inilah kita semua menyerahkan kepada Allah ta’ala.
Imam Ghazali berpendapat bahwa sabar adalah menguatkan dorongan agama untuk mengalahkan dorongan nafsu-nya. Jadi kesabaran pada dasarnya adalah konsep agresif untuk maju dengan cara melepaskan jeratan masalah dan kesediahan. Sesungguhnya Allah sudah memberikan semua dunia ini dengan segala sunnahnya. Jika kita berbuat yang salah maka secara sunnatullah kita akan mendapatkan kejelekan. Kausalitas seperti itu telah termaktub di dalam al Qur'an :
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
Ada baiknya kalau kita menyimak apa yang ditulis oleh Imam Al Islambuly, bahwa ada seorang ahlii hadits yang suka mengumpulkan kepompong-kepompong untuk disaksikan bagaimana perubahan kepompong tersebut keluar dan menjadi kupu-kupu yang indah, tetapi pada suatu hari, ada kepompong yang menurutnya lambat dalam proses keluarnya, akhirnya kepompong tersebut di bantu dalam proses pengeluarannya, yang terjadi ternyata justru kepompong tersebut mati, ayah ahli hadits tersebut akhirnya meberikan fatwa:”wahai anakku, pada saat kepompong keluar menjadi kupu-kupu, sebenarnya mengeluarkan racun-racun yang ada dalam dirinya, jika tidak ia keluarkan maka ia akan mati, begitu juga dengan kehidupan di dunia, dunia akan memberikan sesuatu tetapi di sisi lain dunia juga akan meminta sesuatu juga, mustahil dunia akan memberikan begitu saja.
Filosofi kisah tersebut memberikan pelajaran kepada kita, bahwa dengan melintasi batas kebenaran yang digariskan, demi untuk mendapatkan sesuatu maka akan menjadikan ketahanan agamanya menjadi luntur.
Hadirin yang dimulyakan Allah
Tidak dibenarkan dalam kehidupan ini bersifat ambisius, mengejar dunia yang berlebihan, dalam al-Qur'an kita diperintahkan untuk selalu meminta kepada Allah untuk berbuat sabar dalam menjalankan perintahnya dan sabar menjalankan shalat dengan penuh ketekunan. (QS al Baqarah:45)
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا
عَلَى الْخَاشِعِينَ
Dan mintalah pertolongan (kepada Allah)
dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh
berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`, (QS al Baqarah:45)
Sabar tidak hanya ketika menerima keadaan yang tidak kita inginkan, tetapi sabar juga harus kita aplikasikan kepada semua aspek kehidupan termasuk bersabar pada saat mendapatkan nikmat yakni dengan cara membelanjakan dengan cara yang benar sesuai dengan tuntunan Allah ta’ala.
Setiap ibadah membutuhkan kesabaran di dalamnya, oleh karena itu sabar adalah bagian dari tubuh amal itu sendiri. Imam Ali ra berkata:
Sabar tidak hanya ketika menerima keadaan yang tidak kita inginkan, tetapi sabar juga harus kita aplikasikan kepada semua aspek kehidupan termasuk bersabar pada saat mendapatkan nikmat yakni dengan cara membelanjakan dengan cara yang benar sesuai dengan tuntunan Allah ta’ala.
Setiap ibadah membutuhkan kesabaran di dalamnya, oleh karena itu sabar adalah bagian dari tubuh amal itu sendiri. Imam Ali ra berkata:
اَلَّصبْرُ بِمَنْزِلَةِ الرَّأْسِ مِنَ
الْجَسَدِ وَلَا جَسَدَ
لِمَنْ لَا رَأْسَ
لَهٌ وَلَا إِيْمَانَ لِمَنْ
لَا صَبَرَ لَهُ
Sifat sabar itu menempati kedudukan
sebagai kepala dari bagian jasad, tidak jasad yang tanpa kelapa, dan tidak ada
keimanan bagi orang yang tidak bersabar.
Hadirin yang berbahagia
Bersabarlah atas segala yang digariskan oleh Allah dan janganlah kita mencari jalan pintas, untuk kaya kita tidak perlu memelihara tuyul, atau korupsi, untuk menjadi populer jangan menjual harga diri, untuk hidup terhormat jangan menjelekkan orang al Qur'an :al-Insan:24
Hadirin yang berbahagia
Bersabarlah atas segala yang digariskan oleh Allah dan janganlah kita mencari jalan pintas, untuk kaya kita tidak perlu memelihara tuyul, atau korupsi, untuk menjadi populer jangan menjual harga diri, untuk hidup terhormat jangan menjelekkan orang al Qur'an :al-Insan:24
فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا
تُطِعْ مِنْهُمْ ءَاثِمًا أَوْ
كَفُورًا
Maka
bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu
ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka.
Dari Ibnul Mubarak, pada suatu hari ada orang majusi yang melayat kepada jenazah putranya, dia berkata:”hari ini akan ada orang pandai yang dilakukan oleh orang yang bodoh lima hari yang akan datang”.
Orang bodoh yang tidak tahu betapa besarnya pahala sabar, akan melakukan sedih berkepanjangan, berbeda dengan orang yang cerdik dan bijak yang di dalamnya ada unsur kesabaran, ia akan ditimpa kesedihan pada saat musibah itu menimpa, dan tidak berlarut larut jatuh dalam duka. Sabda Nabi saw :
Dari Ibnul Mubarak, pada suatu hari ada orang majusi yang melayat kepada jenazah putranya, dia berkata:”hari ini akan ada orang pandai yang dilakukan oleh orang yang bodoh lima hari yang akan datang”.
Orang bodoh yang tidak tahu betapa besarnya pahala sabar, akan melakukan sedih berkepanjangan, berbeda dengan orang yang cerdik dan bijak yang di dalamnya ada unsur kesabaran, ia akan ditimpa kesedihan pada saat musibah itu menimpa, dan tidak berlarut larut jatuh dalam duka. Sabda Nabi saw :
الصبر
عند الصدمة الأولى
“
Sabar itu terdapat pada pukulan pertama”
Hadirin yang dimuliakan Allah, mudah mudahan kita semua diberikan kesabaran, sabar dalam menjalankan perintah, sabar menghadapi musibah dan sabar menjauhi maksiat. Dan dalam kehidupan sosial kita selalu bisa bersabar dan memberikan kontribusi untuk berbuat sabar. Rasulullah saw bersabda :”sabar itu ada tiga, sabar menghadapi musibah, sabar menjalankan perintah dan sabar menjauhi maksiat, barang siapa yang sabar menghadapi musibah, sehingga ditolaknya dengan perbuatan yang baik maka baginya 300 derajat dan barang siapa sabar menjalankan perintah maka baginya 600 derajat baginya, dan barang siapa sabar dalam meninggalkan maksiat maka baginya 900 derajat. amin ya rabbal alamin.
Comments